KUPANG, Pilarrakyatindonesia.news — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Hanya sehari setelah bencana terjadi—tepatnya sejak H+1 atau 16 Agustus 2026—jajaran pengurus DPD PRI NTT langsung berada di lapangan untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara merata dan tepat sasaran di tujuh kabupaten terdampak.Langkah cepat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD PRI NTT, Vicoas Amalo, yang turun ke lokasi bencana bersama sang istri, Actry Mevi. Kehadiran pimpinan DPD PRI NTT sejak masa awal tanggap darurat ditujukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, memetakan kebutuhan mendesak di lapangan, serta mengordinasikan aksi tanggap bencana bersama pengurus daerah.Instruksi DPP dan Kolaborasi Lintas DPCVicoas Amalo menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi langsung dari Ketua Umum PRI, Muhammad Nazarudin. Jajaran partai di tingkat daerah diinstruksikan untuk selalu peka terhadap kondisi sosial serta responsif membantu warga saat terjadi bencana alam."Kami hadir bersama masyarakat. Ketika warga mengalami kesulitan akibat bencana, kami merasa perlu untuk berada di tengah-tengah mereka dan melihat langsung situasi yang terjadi," ujar Vicoas. Untuk mengoptimalkan proses distribusi, DPD PRI NTT menggerakkan struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PRI di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores, yakni:Manggarai BaratManggarai Manggarai Timur NgadaNagekeoEndeSikkaPelibatan kader dan pengurus DPC lokal menjadi kunci agar pendataan kebutuhan pengungsi dapat dilakukan secara presisi. Kader di tingkat kabupaten dinilai paling memahami peta lapangan serta prioritas kebutuhan warga setempat.Prinsip Pemerataan: Bantuan Tidak Boleh TerpusatDPD PRI NTT menegaskan komitmennya agar distribusi logistik tidak hanya terkonsentrasi pada satu area tertentu. Melalui koordinasi aktif pengurus DPC di setiap wilayah, penyaluran bantuan disesuaikan dengan tingkat keparahan dampak gempa dan kebutuhan riil warga di masing-masing titik pengungsian."Kami tidak ingin bantuan hanya terpusat di satu tempat. Karena itu, teman-teman pengurus di tingkat DPC kami berikan ruang dan tanggung jawab untuk bergerak sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing," tegas Vicoas.Solidaritas Kemanusiaan dan Harapan Pemulihan BersamaBagi DPD PRI NTT, kehadiran partai di tengah bencana bukan sekadar rutinitas penyaluran logistik, melainkan wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Meski bantuan yang disalurkan disadari belum dapat menyelesaikan seluruh permasalahan pascabencana, kepedulian sosial diharapkan mampu meringankan beban emosional dan psikologis para korban."Kami menyadari apa yang kami berikan mungkin belum dapat menjawab seluruh kebutuhan warga. Namun, kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendirian dan ada pihak yang peduli serta hadir bersama mereka melewati situasi sulit ini," tutur Vicoas.Menghadapi fase pemulihan (recovery), DPD PRI NTT mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pemulihan infrastruktur maupun kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Flores membutuhkan gotong royong yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, lembaga sosial, komunitas local, hingga elemen masyarakat luas.DPD PRI NTT menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan warga Flores hingga situasi kembali kondusif.
🔴 BREAKING
DPD Partai Rakyat Indonesia Nusa Tenggara Timur Respons Cepat Tanggap Darurat Gempa Flores, Libatkan DPC di Tujuh Kabupaten
Sumber: Pilar Rakyat Indonesia
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar